MENGAPA DO’A DI MULTAZAM BANYAK YANG TERKABUL ?

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan mengupas tentang kemujaraban do’a di sekitar Ka’bah. Salah satu tempat yang mustajab untuk berdo’a ketika berada di sekitar Ka’bah adalah di Multazam Multazam adalah tempat antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Mengapa Multazam menjadi tempat yang mustajab untuk berdo’a ? Ada beberapa factor sehingga tempat itu menjadi mustajab antara lain : 1. FAKTOR NABI IBRAHIM. Beliau adalah orang yang membangun Ka’bah bersama anaknya Isma’il, mengapa ada pengaruhnya. Sebab Nabi Ibrahim adalah manusia yang punya energi positip yang luar biasa besarnya yang menular kepada karya-karyanya. Seperti dikatakan dalam firman Allah: ” Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang Tinggi. (Shad: 45) Selain itu dikatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah Hamba yang lembut: “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah Karena suatu janji yang Telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, Maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat Lembut hatinya lagi Penyantun. (At Taubah: 114) Nabi Ibrahim adalah rasul yang punya kualitas kepasrahan dan keikhlasan yang sangat tinggi, sehingga dia punya pancaran energi yang luar biasa, Ka’bah adalah karya beliau, sehingga di dalam karya itu tersimpan energi nabi Ibrahim yang sangat besar. Apalagi Ka’bah selama bertahun-tahun telah menjadi pusat ibadah ummat manusia maka pancaran energinya semakin kuat, oleh karena itu bersdo’a di sekitar ka’bah sangat besar manfaatnya. Jiwa kita akan lebih Khusyu’, hati menjadi tenang dan focus pada saat berdo’a. Sering kali orang yang pertama kali melihat Ka’bah akan meneteskan airmatanya karena haru, hilang semua kesombongan dan keangkuhannya. Do’a orang yang demikian itulah yang akan didengar oleh Allah. “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549]. [549] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta. (Al A’raf: 55) 2. FAKTOR HAJAR ASWAD Hajar Aswad artinya Batu Hitam, ia bertempat di lobang di salah satu sudut Ka’bah. Nabi Ibrahim diperintah untuk meninggikan dasar-dasar Ka’bah untuk menjadi pusat peribadatan. “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al baqarah: 127) Apa pengaruhnya batu itu terhadap do’a yang kita panjatkan ? beberapa pengaruh itu antara lain: 1. Karena Hajar aswad adalah bagian dari karya nabi Ibrahim 2. Karena do’a yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim 3. Hajar Aswad menjadi pintu masuk dan keluarnya energi Ka’bah karena punya daya hantar elektromagnetik yang sangat tinggi. 4. Getaran/vibrasi gelombang do’a kita tertuju ke arah Hajar aswad sehingga ada kontak antara hati kita dengan system energi Ka’bah. 5. Tahun 1995 pernah terjadi Ka’bah tersambar petir. Mengapa buka gedung-2 tinggi yang punya penangkal petir, tetapi malah Ka’bah ? Sekali lagi yang perlu menjadi perhatian adalah ”Bukan batunya yang manjur tapi doa yang tulus dan ikhlas kepada Allah itu yang manjur”, seperti hadits: عَنْ عُمَرَ ر ع اَنَّهُ جَاءَ اِلَى الْحَجَرِ اْلاَسْوَادِ فَقَبَّلَهُ فَقَالَ إِنِّى اَعْلَمُ اَنَّكَ حَجَرُ لاَ تَضَرَّعُ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ اَنّى رَاَيْتُ النَّبِى صَلْعَمْ يُقَبِّلًكَ مَا قَبِّلْتُكَ (تواه الْبخارى) “Dari Umar r a bahwa sesungguhnya dia datang ke hajar aswad kemudian menciumnya sambil berkata : “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak mendatangkan madhorot atau manfaat, dan sekiranya aku tidak melihat nabi SAW mencium kamu maka aku tidak akan menciummu” HR Bukhori 3. FAKTOR ORANG BERTAWAF Orang bertawaf menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik, apa hubungannya dengan doa yang mustajab ? Setiap orang memancarkan gelombang elektromagnetik, terlebih ketika berdo’a maka dia memiliki kandungan energi yang besar. Kumpulan dari jutaan orang yang sedang bertawaf dan berdo’a mengelilingi ka’bah itu bagaikan pusaran energi yang luar biasa. Didalam ilmu Fisika ada ” Kaidah Tangan kanan” Yaitu: “Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan arah dengan jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas“ Dalam kaidah Tangan kanan digambarkan dengan sebuah tangan yang menggenggam emat jari, dengan ibu jari mengarah ke atas. Dengan Kaidah Tangan Kanan ini secara kebetulan sama dengan orang bertawaf mengelilingi Ka’bah, arahnya juga berlawanan dengan jarum jam. Gelombang elektromagnetik yang sangat besar itu yang akan membantu kekuatan do’a orang-orang yang sedang bermunajat di sekitar Ka’bah, khususnya yang berada di dekat Hajar aswad alias Multazam. Logikanya seperti do’a yang menumpang pada pemancar radio. 4. FAKTOR KA’BAH SEBAGAI KIBLAT SHALAT Faktor yang semakin menguatkan do’a kita untuk terkabul adalah karena Ka’bah sebagai Kiblat sholat. Bisa kita bayangkan betapa Ka’bah betul-betul menjadi pusat gerakan sholat sepanjang waktu. Sholat itu sendiri gerakannya berputar 360 derajat, seperti orang sedang tawaf, setiap saat tidak henti-hentinya ada orang yang sholat menghadap ke Ka’bah. Betapa besar tegangan energi yang mengarah ke Ka’bah. 97. Allah Telah menjadikan Ka’bah, rumah Suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia[444], dan (demikian pula) bulan Haram[445], had-ya[446], qalaid[447]. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Maidah: 97) Ke empat faktor itu bukan satu-satunya sehingga setiap do’a pasti terkabul, namun secara kebetulan faktor itu yang mendukung mudahnya permohonan kita kepada Allah akan dapat terkabul, yang mengabulkan do’a adalah Allah semata, tempat dan waktu ketika kita memanjatkan do’a hanyalah sarana untuk memudahkannya, tetapi hak mengabulkan do’a hanya milik Allah. Karena Allah sendiri juga sudah berjanji dalam firmannya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.(Mukmin: 60) Semoga saudara-saudara yang sedang melaksanakan ibadah haji di Haramain pada saat ini akan terkabul do’anya sehingga haji menjadi haji yang mabrur. Sehingga dapat memberikan manfaat yang banyak bagi kemajuan bangsa ini. Amin

~ oleh ridwan65 pada 10 April 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.